= KPP PLN Pangkalan Terkesan Lalai, Diduga Biarkan Tiang Listrik Miring Berbulan-bulan - Nuansa Metro

KPP PLN Pangkalan Terkesan Lalai, Diduga Biarkan Tiang Listrik Miring Berbulan-bulan


Foto : Tiang Listrik yang nyaris ambruk belum ada perhatian dari pihak KPP PLN Pangkalan, Minggu (5/12).

www.nuansametro.co.id - Pangkalan
PLN merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang distribusi dan penjualan listrik. Tentunya ada SOP yang harus ditaati agar pelayanan terhadap pelanggan terpenuhi, dan salah satunya ada rasa aman karena keselamatan pelanggan atau masyarakat terjamin.

Namun hal itu belum terwujud untuk pelanggan atau masyarakat Kp Tegalsereh Desa Mulangsari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang, khususnya masyarakat yang melintasi jalan lingkungan di kampung tersebut.

Pasalnya di jalan tersebut ada tiang listrik miring bahkan nyaris ambruk dibiarkan berbulan-bulan belum ada tanda-tanda perbaikan. Tentunya, hal itu membuat masyarakat merasa khawatir dan ketakutan.

Salah satu warga Kp Tegalsereh Desa Mulangsari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang bernama Usup mengatakan, karena ketakutan tersengat listrik dan tiang listrik tersebut dikhawatirkan ambruk, salah satu warga berinisiatif mengganjal tiang listrik tersebut dengan sepotong balok kayu.

Berdasarkan informasi, jalan tersebut juga merupakan jalan alternatif menuju Kabupaten Bogor.

Kepala Kantor Pelayanan Pelanggan Wilayah Pangkalan, Ade alias Gudel membenarkan adanya tiang listrik yang nyaris roboh, namun pihaknya belum dapat memperbaikinya, dikarenakan belum sempat masih banyak pekerjaan.

"Can kabujeng pak, seuer pisan, satu persatu di leresan", Kata Ade alis Gudel dalam logat bahasa Sunda saat  dikonfirmasi melalui fasilitas WhatsApp nya, Minggu (5/12/2021).

Ade mengungkapkan, akan menyegerakan perbaikan tiang listrik yang nyaris roboh tersebut dan mengucapkan rasa terima kasihnya, atas informasi yang awak media sampaikan kepada pihaknya. (DN)

Posting Komentar untuk "KPP PLN Pangkalan Terkesan Lalai, Diduga Biarkan Tiang Listrik Miring Berbulan-bulan"