= Rumah Wartawan di Belu NTT Dibakar OTK, Ketum IMO Indonesia : "Tangkap Segera Pelakunya" - Nuansa Metro

Rumah Wartawan di Belu NTT Dibakar OTK, Ketum IMO Indonesia : "Tangkap Segera Pelakunya"



Foto : Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail 

Nuansa Metro - Jakarta 
Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mendesak aparat kepolisian (Polri) untuk segera menangkap pelaku pembakaran rumah jurnalis bernama Weren Timor di Belu Nusa Tenggara Timur (NTT ).

“Ini kejadian memilukan dan sukar diterima. Polri wajib mengusut kasus ini dan menangkap siapa pelaku di balik peristiwa naas ini,” kata Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail di Bilangan, Jakarta, dilansir dari Tergethukum.com Sabtu (2/12/ 23).

Menurut Yakub, kejadian yang baru saja menimpa Weren Timor itu bukan hal biasa. Apalagi, kata dia, kejadian serupa sering dialami para insan pers.

“Pertama-tama kita harus melihat persoalan ini bukan sebagai hal yang biasa. Sebab, sudah sering kejadian ini menimpa para wartawan, mulai dari mendapat ancaman, teror, hingga pembunuhan. Jika kasus serupa dibiarkan, maka pelaku akan merasa kebal hukum dan ini menjadi ancaman serius bagi nasib dan karir para jurnalis,” jelas Yakub.

Yakub juga meminta kepada penegak hukum agar selain menghukum seberat-beratnya pelaku pengancaman atau menghalangi wartawan, juga perlu memberikan perlindungan lebih terhadap kerja-kerja jurnalis yang dijamin konstitusi.

“Kita ini negara hukum, di mana pekerjaan jurnalistik dijamin dalam konstitusi. Namun, jika kejadian semacam ini terus-menerus menimpa wartawan, berarti ada masalah besar yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Di samping meminta Polri dan seluruh aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini, Yakub juga mengajak semua pihak, utamanya asosiasi wartawan dan media untuk bersama-sama menuntut keadilan atas kasus yang dialami Weren Timor.///Diketahui, peristiwa yang terjadi di rumah Weren Timor yang merupakan seorang jurnalis di Belu NTT oleh pelaku tidak dinekal itu terjadi pada Minggu (26/11) malam.

Kejadian tersebut diungkapkan oleh jurnalis Timor Daily, Fredrikus Royanto Bau alias Edy Bau melalui laporannya ke Ketua PWI, AJI, JOIN, SMSI, AMSI, JMSI , LPWI dan Asosiasi Jurnalis serta Asosiasi Media pada hari ini, Jumat (1/12).

Bukan hanya Weren, Edy juga mendapat berbagai ancaman, termasuk pembakaran rumah. Ancaman itu datang setelah Edy memberitakan tentang perjudian di Belu.

Edy pun meminta bantuan dari PWI, AJI, dan asosiasi/organisasi jurnalis serta asosiasi media di NTT dan seluruh Indonesia, karena kasus ini kejahatan luar biasa yang mengancam kebebasan pers. Ia berharap agar kasus itu bisa diproses secara transparan dan adil.

“Agar kasus ini bisa diproses secara transparan dan adil, agar polisi mengungkap semua siapa dalang di balik semua ini,” ucapnya, Jumat (1/12).


• TH/NM