= Sukses Gelar Dialog Nasional, SEMMI Dorong Pemerintah Peduli Pendidikan Seksual - Nuansa Metro

Sukses Gelar Dialog Nasional, SEMMI Dorong Pemerintah Peduli Pendidikan Seksual


Foto : Acara dialog nasional pendidikan seksual di Gedung Seni Budaya Tangerang pada Sabtu (04/11/2023). 

Nuansa Metro - Tangerang 

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) cabang Tangerang sukses selenggarakan dialog nasional pendidikan seksual di Gedung Seni Budaya Tangerang. Pada Sabtu (04/11/2023). 

Acara tersebut dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, hingga dosen dengan 5 Narasumber terdiri dari Sri Hartati, S.H. (Kaukus Perempuan Politik Indonesia), Diah Rohmatullailah A.Md.Keb., S.K.M (Aktivis Kekerasan Reproduksi), Syifana Ayu Maulidia (Lingkar Studi Feminis). Nisrina Nadhifah Rahman (Aktivis Perempuan, HAM dan Keadilan) dan Indri Damayanthi (Ketua Bidang Wanita SEMMI).

Dalam sambutannya, ketua pelaksana Fatmawati menyampaikan keprihatinan terhadap kasus kekerasan seksual yang semakin marak terjadi. 

"Sangat miris ketika mendengar kasus pelecehan dan kekerasan seksual terjadi, terlebih di dunia pendidikan," Kata Ketua pelaksana yang juga Kader SEMMI. 

Lebih lanjut, Fatmi berharap Dialog Nasional ini dapat mengejawantahkan tingkat kemelekan anti kekerasan seksual sesuai dengan tema "Menghidupkan Paradigma Pendidikan Seksual Pada Gen Z dijenjang Pendidikan".

Diketahui, kegiatan tersebut membahas berbagai hal dari mulai dari feminis, sampai dengan pendidikan seksual. Narasumber termuda, Indri Damayanthi mengungkapkan harapannya kedepan mengenai zero kekerasan seksual. 

"Bagi saya kesetaraan gender, zero kekerasan seksual, dapat dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. Diantaranya dengan dihadirkannya pendidikan seksual sebagai mata pelajaran khusus disetiap jenjang Pendidikan," Ujar Indri yang juga menjabat sebagai Kabid Wanita SEMMI.

Masih ditempat yang sama, Topan Bagaskara Sekretaris Umum Pengurus Cabang SEMMI menyampaikan pandangannya mengenai pendidikan seksual.

"Bahwa pendidikan yang sampai saat ini memiliki peran sebagai lentera bagi perjalanan hidup manusia, justru tidak boleh abai pada wilayah-wilayah seksual. Ketidakterkontrolnya pikiran manusia yang berdampak pada kekerasan seksual adalah fenomena nyata yang muncul disebabkan adanya jarak antara masyarakat dengan pendidikan seksual," Kata Topan Bagaskara yang Juga Kader SEMMI. 

Di akhir kegiatan, peserta dan penyelenggaraan bersepakat untuk memberikan rekomendasi hasil diskusi kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan pembuatan kebijakan untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual.



• Zul