= Berkat Kerja Maksimal Polisi Arus Balik dan Mudik Di NTB Tetap Lancar - Nuansa Metro

Berkat Kerja Maksimal Polisi Arus Balik dan Mudik Di NTB Tetap Lancar



www.nuansametro.co.id - Mataram
Sejak dimulainya Operasi Ketupat Rinjani hingga pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H tahun 2022 M, di Nusa Tenggara Barat (NTB), arus mudik dan balik tetap lancar dan terkendali.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo kepada media, Selasa (3/5/2022) mengatakan, meski jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya NTB meningkat namun arus mudik dan balik tetap lancar di NTB.

Dijelaskan Djoni, jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya NTB pada Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 H tahun 2022 ini meningkat hingga 70%, namun arus lalulintas tetap lancar.

"Alhamdulillah Patut kita syukuri arus lalu lintas di NTB tetap lancar meski ada penambahan hingga 70% dibanding tahun lalu" jelas Kombes Pol Djoni, kepada radarntb.com, Rabu (4/5/2022).

Kendati demikian, Kombes Pol Djoni tetap mengimbau warga agar selalu taat aturan lalulintas supaya tidak berakibat fatal apabila terjadi kecelakaan.

Seperti yang tercatat olehnya, sejak operasi ketupat Rinjani 2022 hingga Idul Fitri 1443 H jumlah kecelakaan mencapai 16 peristiwa dan menelan Korban jiwa 9 orang, luka berat 10 luka ringan 10.

Itu sebabnya Djoni, selalu mengimbau warga agar selalu berhati-hati tetap menggunakan pelindung diri seperti helem, sabuk pengaman dan kelengkapan keselamatan lainnya.

Selain itu dia juga mengimbau warga untuk tidak melajukan kendaraan melebihi batas wajar, tidak menggunakan bak terbuka mengangkut penumpang dan yang paling penting jangan menyetir kendaraan saat mengantuk.

"Kami imbau warga agar tetap memperhatikan diri saat berkendara taati aturan lalulintas dan gunakan pelindung diri, serta jika ngantuk, pusing atau capek silahkan istirahat di Pos Polisi yang telah kami sediakan" jelas Djoni.

Dijelaskan, 16 peristiwa kecelakaan yang terjadi di NTB selama operasi ketupat rinjani 2022 pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini, diakibatkan oleh pengendara yang out of control seperti ngantuk, kecapean dan pusing.

"Kendaraan yang mengalami kecelakaan terdiri dari roda dua dan roda empat, korban jiwa meninggal 6, luka berat 10, ringan 10," kata Djoni.

"Kecelakaan yang terjadi pada perayaan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini rata-rata tunggal, penyebabnya rem blong dan kebanyakan out of control seperti ngantuk, kecapean dan pusing," tambah Djoni.

Selain itu, kata Djoni, jumlah pemudik atau kendaraan yang melintas di jalan raya, pada perayaan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini juga mengalami peningkatan hingga 70% dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.

Ketaatan warga mematuhi peraturan lalu lintas pada Lebaran Hari Raya idul Fitri 1443 tahun 2022 ini, Djoni menyebutkan lebih banyak dibandingkan dengan warga yang tidak taat.

Untuk itu dia mengingatkan warga khususnya masyarakat NTB untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, guna mencegah korban jiwa jika  terjadi kecelakaan lalulintas.

"Kami mengimbau warga agar memperhatikan dirinya sendiri dengan cara melengkapi diri dengan helem dan hal-hal lain yang dapat melindungi diri saat berkendara," imbaunya.

Jika mengantuk, pusing atau kecapean di jalan raya saat berkendara, Djoni mempersilahkan warga untuk singgah di pos-pos polisi untuk sekedar beristirahat demi keselamatan di jalan.

Pengamanan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini akan terus digencarkan Djoni, hingga tanggal 9 April 2022 nanti, terutama pada perayaaan lebaran ketupat.

Jumlah personel yang diterjukan hingga 9 April nanti  sebanyak 1600, ditambah personel dari stakeholder lain seperti TNI, Dishub dan lain sebagainya.

"Kita akan terus melakukan pemantauan jalan raya hingga tanggal 9 April nanti, untuk memberikan rasa aman bagi pengendara, terutama untuk arus balik mudik lebaran," tegasnya.

Selain di jalan raya, Djoni juga akan meningkatkan patroli di jalur menuju tempat-tempat wisata yang menjadi tujuan warga pasca Idul Fitri 1443 terutama saat lebaran ketupat.

"Di NTB khususnya Lombok ada istilah lebaran ketupat, pelaksanaannya satu minggu setelah Idul Fitri, biasanya warga pergi ke tempat rekreasi atau wisata dan tak jarang memadati jalan raya, untuk itu kita akan tingkatkan pengamanan saat itu," pungkas Djoni.

• Surya