= Akhirnya, Warga Desa Kiarapayung dan Gintungkerta Melamar Kerja di PT. Changsin Indonesia, Tidak Harus Melalui Sistem Online - Nuansa Metro

Akhirnya, Warga Desa Kiarapayung dan Gintungkerta Melamar Kerja di PT. Changsin Indonesia, Tidak Harus Melalui Sistem Online


Foto : Saat Pemerintah Daerah melakukan rapat dengan Koordinator Komisariat (Korkom) di Ruang Kerja Wakil Bupati, 

www.nuansametro.co.id - Karawang
Akibat adanya unjuk rasa ratusan warga yang tidak dapat mengakses Link lamaran kerja melalui sistem online ke PT Changsin Indonesia, hingga mengakibatkan akses masuk perusahaan tersebut terhalangi, menyebabkan para karyawan yang akan masuk kerja tidak dapat melewatinya.

Selain itu, dengan adanya demo tersebut, menimbulkan kerumunan orang dan antrian kendaraan hingga panjang. Padahal saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, yang harus tetap menjaga protokol kesehatan dan dikhawatirkan adanya penyebaran Covid-19 kembali. 

Saat aksi berlangsung salah satu karyawan PT Changshin Indonesia lemas hingga tidak sadarkan diri, pada Jumat pagi (27/08/2021).

Puluhan warga yang melakukan unjuk rasa itu berasal dari dua Desa, yaitu warga Desa Gintungkerta dan warga Desa Kiarapayung Kecamatan Klari Kabupaten Karawang.

Menurut keterangan dari warga yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut, mengatakan, perekrutan calon karyawan dengan sistem online yang disediakan oleh dinas tenaga kerja (Disnaker), tidak dapat di akses oleh warga. Bahkan tersiar kabar, diduga adanya pungutan biaya terhadap rekrutmen karyawan baru. Hal tersebut, dinilai sangat merugikan warga Desa Gintungkerta Kecamatan Klari 

"PT. Changshin Indonesia diduga tidak mengutamakan untuk merekrut karyawan baru dari warga pribumi sekitar perusahaan. Khususnya Warga Dusun Gintung Kolot Desa Gintungkerta Kecamatan Klari. Maka itu warga meminta pihak Manajemen perusahaan PT Changshin Indonesia merekrut calon karyawan dengan tidak menggunakan sistem secara online" ucap salah satu Warga Dusun Gintung Kolot yang melakukan aksi.

Pemerintah Daerah akhirnya melakukan rapat dengan Koordinator Komisariat (Korkom) di Ruang Kerja Wakil Bupati, perihal rekrutmen karyawan yang diselenggarakan secara online, yang dinilai merugikan warga Desa Gintungkerta dan warga Desa Kiarapayung Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, hingga terjadinya aksi unjuk rasa yang mengakibatkan penutupan jembatan kuning jalan akses ke PT Changshin Indonesia.

Hadir dalam Korkom tersebut diantaranya, Wakil Bupati Karawang H Aep Saefulloh, Kadisnaker Karawang Asip, Kapolsek Klari Kompol Ricky Adipratama, Danramil Klari Kapten Inf Sukarya, Sekcam Klari Chandra R Wijaya, Asisten Direktur/GT. Manager PT Changshin Indonesia Susilo, Kades Gintung Kerta H. M. Thabrani, Tokoh Masyarakat Desa Gintungkerta H Yusuf Ismail Alias. H. Indro, Tokoh Pemuda Desa Gintungkerta Iwan Alias Benu, Bapulbaket Intelkam Bripka Iwa K SH, Intel Kodim Pelda Bily.

Dalam kegiatan Korkom, pihak Perusahaan PT Changshin Indonesia Susilo menjelaskan, bahwa sistem perekrutan secara online ini, adalah program kerjanya Wakil Bupati Karawang.

"Kita sampaikan kepada Wakil Bupati Karawang apa yang telah menjadi Problem saat ini. Kalau memang ada oknum karyawan kami yang  memungut biaya terhadap peserta pelamar kerja, maka kami akan tindak tegas." Jelas Susilo 

Dilanjutkan oleh Tokoh masyarakat Desa Gintungkerta Iwan alias Benu, mengungkapkan, bahwasannya pihaknya menggelar unjuk rasa, karena warga Gintungkerta untuk melamar ke PT Changshin sangat susah, karena harus seleksi melalui online. Kalau sistem itu tetap dilakukan, warga akan tetap menutup akses jembatan jalan menuju ke PT Changshin Indonesia.

Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, akhirnya menjelaskan setelah mendengar apa yang sudah disampaikan dihadapannya dari kedua belah pihak perusahaan PT Changshin dan tokoh masyarakat Desa Gintungkerta. 

"Memang kebijakan ini saya dan teh Cellica yang mengarahkan terhadap 
PT Changshin Indonesia, agar tidak terjadi pemungutan uang terhadap pelamar kerja, guna  meminimalisir pekerja dari luar karawang"  ungkap Aep.

Wabup juga menjelaskan, penerimaan karyawan dari dua desa sudah diatur, dengan rincian, minimal 40% dari Desa Kiarapayung dan 40% dari Desa Gintungkerta, dan 20% nya dari pihak Perusahaan.

Sedangkan untuk jumlah karyawan baru yang direkrut di PT. Changsin Indonesia, untuk laki- laki sebanyak 16 orang, Perempuan sebanyak 900 orang.

"Saya berharap kepada warga jangan mengadakan kerumunan massa.
Alhamdulillah ya, sekarang jambatannya sudah di buka, jangan sampai ada bahasa, pak Kades membiarkan warganya berkerumun, sedangkan sekarang kita masih dalam menghadapi masa pandemi Covid-19" ucap Wabup Aep.
 
Lanjut Wakil Bupati, untuk Kadisnaker, bahwa warga desa Gintungkerta dan warga Desa Kiarapayung yang melamar kerja ke PT Changshin Indonesia tidak harus melalui secara Online.

"Saya menghimbau, bagi warga yang melamar kerja dari warga lingkungan yang belum di vaksin Covid-19, nanti dari pemda akan membantu untuk di vaksin"  Imbuhnya. (Oya/Jhon)

Posting Komentar untuk "Akhirnya, Warga Desa Kiarapayung dan Gintungkerta Melamar Kerja di PT. Changsin Indonesia, Tidak Harus Melalui Sistem Online"