= Sudah Lama Diajukan Ke Program Rutilahu, Namun Warga Miskin Di Desa Teluk Bango Hanya Di Janjikan Harapan Palsu - Nuansa Metro

Sudah Lama Diajukan Ke Program Rutilahu, Namun Warga Miskin Di Desa Teluk Bango Hanya Di Janjikan Harapan Palsu



Mukhlis dengan tempat tinggalnya yang sudah sangat memprihatikan.

www.nuansametro.com- Batujaya
Upaya Pemerintah Desa Teluk Bango untuk mensukseskan program stimulan bantuan bedah rumah bagi warga miskin atau tidak mampu dinilai belum maksimal. hal itu mengingat masih banyaknya rumah warga yang belum layak huni masuk ke dalam kategori orang miskin.

Padahal, di wilayah Desa Telukbango cukup banyak rumah tidak layak huni yang belum tersentuh pembangunannya.
Salah satu contohnya, keluarga Mukhlis dan Suryani, mereka warga Dusun Tengah II Rt 04 RW 03 DesaTelukbango, ironisnya letak rumahnya tidak jauh dari rumah kepala desa Teluk Bango jaraknya kurang lebih 50 Meter.

Menurut Mukhlis, harus ada keseriusan dari pemerintah desa untuk mengerahkan tim perangkat desa jajarannya untuk mendata rumah warga yang tidak layak huni masuk ke dalam program pemerintah kabupaten Karawang.

"Saya pernah memberikan persyaratan KK dan poto kopi KTP untuk di ajukan rutilahu namun sampai saat ini belum terealisasi," ungkapnya.

Menurut dirinya warga miskin bisa tercover dengan bantuan rutilahu, asal ada keseriusan pejabat di tingkat RT dan kepala Dusun.

"Ia pun menyadari, bahwa banyak diantara warga yang sudah terdata tetapi belum memenuhi syarat. Misalnya tidak memiliki data kependudukan dan lainnya. Namun ini PR bagi perangkat desa untuk pendampingan warganya dalam pengurusan administrasi kependudukan" tandasnya.

Mukhlis berharap, agar aparatur  Pemerintah desa bisa menseleksi apa yang diajukan bagi warganya dan menginginkan, agar pejabat teras desa tidak hanya menyandang jabatannya saja, akan tetapi mereka harus mementingkan warga yang benar benar tidak mampu.(gus/jak)

Posting Komentar untuk "Sudah Lama Diajukan Ke Program Rutilahu, Namun Warga Miskin Di Desa Teluk Bango Hanya Di Janjikan Harapan Palsu"