= Ketua Umum J.P.K.P Azis Soleh, Desak Pemerintah Pusat Untuk Kaji Ulang Program Pertashop - Nuansa Metro

Ketua Umum J.P.K.P Azis Soleh, Desak Pemerintah Pusat Untuk Kaji Ulang Program Pertashop


Ketua Umum Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P), Azis Soleh.

www.nuansametro.com- Jakarta
Ketua Umum Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Azis Soleh, tak pernah akan berhenti untuk menyuarakan pendapatnya meminta kepada pemerintah pusat untuk mengkaji ulang Program Pertashop.

Azis menilai, kebijakan tersebut sangat tidak populer, karena yang dijual dalam program ini adalah produk Pertamax, Dexlite, LPG Non Subsisi dan pelumas, itu semua bukan produk untuk masyarakat tingkat bawah.

"Produk-produk yang dijual di pertashop, tentunya tidak akan dapat dirasakan oleh masyarakat kecil yang membutuhkan produk bersubsidi" ungkap Ketum J.P.K.P.

Menurut Azis, seharusnya produk yang di jual melalui program Pertashop ini adalah produk Pertamina yang bersubsidi. Agar masyarakat tingkat bawah juga dapat merasakan kebijakan itu.

Terkait hal itu, sebagai Ketua Umum J.P.K.P., Azis mengeluarkan Maklumat kepada seluruh anggotanya di semua tingkatan untuk menyebarluaskan sikapnya itu melalui media sosial, agar pihak pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi mendengar apa yang dikehendaki oleh masyarakat kalangan bawah.

Azis pun mengajak kepada seluruh anggotanya di seluruh pelosok Nusantara untuk menyuarakan hal yang sama demi kepentingan masyarakat kecil.

Sementara, PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading menargetkan pengembangan Pertashop sebanyak 10.000 titik lokasi di Indonesia pada tahun ini.

Dikutip dari laman Subholding Commercial & Trading, hingga 31 Desember 2020 lalu, Pertashop yang sudah berdiri dan siap beroperasi tercatat sebanyak 1.088 unit.

Pihak Pertamina mengklaim tujuaan diluncurkannya Pertashop ini yakni untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bahan bakar minyak (BBM), BUMN Minyak dan Gas. (Np)

Posting Komentar untuk "Ketua Umum J.P.K.P Azis Soleh, Desak Pemerintah Pusat Untuk Kaji Ulang Program Pertashop"