= Dengan Pengelolaan Yang Profesional, Desa Sukamerang Bisa Menjadi Pusat Industri Ekonomi Kreatif - Nuansa Metro

Dengan Pengelolaan Yang Profesional, Desa Sukamerang Bisa Menjadi Pusat Industri Ekonomi Kreatif



Saat Rapat Rancangan UMKM Berbasis Aplikasi Rumah Ekonomi Desa (R.E.D) di Bandung.

www.nuansametro.com- Garut
Rencana Pembangunan Infrastruktur Desa Gapura Wahana Wisata di Desa Sukamerang Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, masih belum di laksanakan pembangunannya dikarenakan terkendala masalah biaya yang belum mencukupi. 

Hal itupun bisa dijadikan industri kreatif dengan cara mengembangkan potensi budaya, alam, dan ekonomi yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Para pegiat Gapura Wahana Wisata Pamarakan (GWWP) dituntut mampu menciptakan kemasan secara kreatif dan inovatif, serta harus dapat menyesuaikan tuntutan zaman.

Dengan demikian, Desa Gapura Wahana Wisata Pamarakan (GWWP) akan menjadi daya tarik para wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. 

Produk unggulan Gapura Wahana Wisata Pamarakan (GWWP) dari sektor Home Industri asli putera daerah berupa Produk yang akan dipasarkan adalah hasil home industrinya, seperti Jemuran Kotak 1.5 M, Rak Dispenser, Kursi 80 cm, Kursi Tumpuk, Kursi Mini, Oven Pres 38, Oven Oge Money, Panci Kukus 2, Meja Kompor Engkel, Langseung No 20-22-24-26 (Alumunium-Monel-Anti Karat).

"Kini, saatnya 42 (empat puluh dua) Kecamatan yang tersebar di 421 (empat ratus dua puluh satu) Desa dan 21 (dua puluh satu) Kelurahan yang ada di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, yang mempunyai Desa/Kampung wisata, untuk mengelola potensi masing-masing secara profesional dan mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," Harap Sekretaris Desa Wisata Pamarakan, Zakariyya.

Menurut M.A.Zakariyya, untuk pengembangan Desa Wisata, pengelola home industri yang ada di wilayahnya bisa melakukan pelatihan sumber daya manusia dan bisa bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu juga dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah. 

"Dalam era global saat ini, pengelola Desa/Kampung Wisata harus punya strategi promosi, dengan memanfaatkan jejaring sosial," ujarnya.

Di Waktu yang sama, Ketua Presidium Poros Nusantara Urip Haryanto mengungkapkan, jumlah Desa/Kampung Wisata di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin berkembang. 

"Untuk membangun kebersamaan, berinteraksi silaturahmi para pengelola Desa/Kampung Wisata Khususnya di Desa Sukamerang Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut dengan Presidium Poros Nusantara. Mengadakan Kerja Sama dengan Program R.E.D terutama untuk mendukung promosi Desa/Kampung Wisata Sukamerang."Jelasnya, saat  M.A.Zakariyya sambangi Kantor Pemasaran R.E.D Lucky Square Mall Jl.Terusan Jakarta No 2 Bandung, Kamis (12/3/2021).

Dalam Diskusi bersama Urip Haryanto (Presidium Poros Nusantara) ia, menjelaskan Apa Dan Bagaimana -R E D- Presidium Poros Nusantara.
 
Aplikasi RED UMKM merupakan channel distribusi khusus produk pelaku UMKM. UMKM merupakan bagian dari roda penggerak perekonomian di Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan diwadahi secara digital.

Kesulitan dalam memasarkan hasil produk buatan sendiri menjadi kendala utama saat ini. Banyak pelaku UMKM menggunakan media sosial seperti IG, Facebook, WA, dll untuk memasarkan produknya.

Dengan melihat kondisi seperti ini tidak ada channel khusus untuk mendistribusikan hasil buatan mereka. Oleh karena itu, kami (Presidium Poros Nusantara) menjembatani Kebutuhan mereka dengan menyediakan Aplikasi khusus UMKM yang berbasis IOS, Android dan Web.

⬤ Pendampingan
RED UMKM memberikan kemudahan akses kepada anggota  MEMBER RED untuk perizinan ekspor produk, akses modal usaha, dan perizinan usaha kepada para  Anggota MEMBER RED

⬤ Pemberdayaan
Dengan Agenda yang dimiliki APLIKASI RED menumbuhkan dan mengembangkan jaringan usaha anggota APLIKASI RED menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.

⬤ Pelatihan
Memberikan pelatihan sesama anggota RED SiSTEM untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan teknologi.

⬤ Pembinaan
Pihak  RED akan memberikan pembinaan kepada anggota  MEMBER RED dalam hal pengembangan produk usaha, seperti workshop, showcase, dan lainnya. Papar Presidium Poros Nusantara Urip Haryanto.

Selanjutnya, Ketua Umum Srikandi Pasundan Ngahiji, Susane Febriyanti S.,S,H., mengatakan, Pelaku industri pariwisata atau insan pariwisata di Garut, harus memberikan sesuatu yang baru bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kabupaten Garut. Sesuatu yang baru inilah yang akan menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk wisatawan repeater agar, tidak bosan berkunjung di Kabupaten Garut.

Menurutnya, harus ada destinasi wisata yang baru di Garut bagi wisatawan, khususnya wisatawan domestik yang sudah sering berkunjung di Garut. 

"Tren pariwisata sekarang ini, wisatawan selalu ingin ke alam dan berpetualang atau outdoor, tidak lagi di dalam gedung atau indoor. Apapun bentuk kegiatannya. Sesuatu yang baru dan lebih menantang itu di antaranya rafting, susur goa, termasuk spot selfie," tandas Susane.

Terpisah, Kepala Desa Sukamerang Bunyamin saat di mintai keterangannya via telepon seluler menyebutkan, bahwa Desa/Kampung Wisata di Garut memang mempunyai market atau pasar wisatawan tersendiri. Karena itu desa wisata harus mengikuti tren pariwisata dengan menampilkan sesuatu yang lebih unik dan baru, sehingga akan dikejar wisatawan.

Dikatakan, pasar wisatawan di Garut masih didominasi wisatawan domestik daripada wisatawan mancanegara, khususnya selama liburan akhir tahun ini. Salah satu yang bisa disuguhkan desa wisata biasanya makanan khas tradisional dan kehidupan tradisional. Yang juga menjadi keunggulan Desa/Kampung wisata adalah keramahan masyarakat setempat, yang harus dipertahankan.

Nantinya keberadaan desa wisata Gapura Wahana Wisata Pamarakan (GWWP) punya kontribusi dalam menyumbang wisatawan di Desa Sukamerang Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut yakni sekitar kurang lebih 15 Persen.

"Nantinya, Kontribusi yang kami hitung itu berapa lama tinggal di desa wisata, bukan tingkat kunjungannya. Soalnya semakin lama tinggal di desa wisata, dampak ekonomi di desa wisata sangat besar. Tapi kalau hanya kunjungan, peningkatan ekonomi belum optimal," ungkap Bunyamin.

Bunyamin juga mengungkapkan, ke depan perlu gagasan baru supaya sektor wisata selalu menjadi primadona wisatawan. Apalagi sekarang, persaingan sektor wisata di Garut sudah sedemikian ketat. Oleh karena itu sektor wisata mesti digarap serius, supaya wisata bisa menjadi cara paling efektif untuk mengurai persoalan sosial di tengah masyarakat. Wisata punya daya ungkit untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Masih kata Kades Bunyamin, Desa Sukamerang Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut akan mengoptimalkan objek-objek wisata yang sudah ada (Saung Cijambe-red) , dengan berbagai inovasi. 

"Inovasi yang akan kami lakukan agar banyak wisatawan baru yang mengunjungi Rencana Desa Wisata Pamarakan Gapura Wahana Wisata Pamarakan, (GWWP)." Pungkasnya. (Adv)

Posting Komentar untuk "Dengan Pengelolaan Yang Profesional, Desa Sukamerang Bisa Menjadi Pusat Industri Ekonomi Kreatif"